Ada Orang Mati (Katanya)


Ada orang mati. Jantungnya hilang dari rongga dadanya. Katanya dendam. Katanya karena dia kehilangan kekasihnya. Tidak ada yang tau pasti. Seluruh warga kampung bertanya-tanya. Katanya itu klenik. Katanya itu hanya rasa sedih berkepanjangan karena rindu. Semua orang diam. Tak berani berbicara atau mengungkapkan kecurigaan. Katanya takut ikut kena tulah. Katanya takut jadi sasaran selanjutnya. Ada

Teman


Seorang pria datang memasuki sebuah waralaba. Pria itu kusut masai, dengan wajah yang tak kalah suram. Bel penanda pelanggan datang berbunyi, “ting tong!” “Butuh apa?” Tanya penjaga toko berperut gendut dan berbau apak. “Tawa.” Lalu sang penjaga toko mengeluarkan strip kecil. “Ini Dex***amphetamine. Harganya satu jiwamu.” Sang lelaki tertunduk sedih. “Aku tidak mampu membayar sebanyak

24 September 2014


+ Tuhan, Kamu mau apa? – Cuma menguji. + Kau bukan guru, tau? Dan aku sudah berhenti sekolah. – Betul begitu? Wisuda sekolahKu toga putih. Bukan hitam. + Kalau gitu aku mabal saja. – Aku tunggu besok jam 5, Kita bicara lagi. *lalu bel berbunyi*

Dik (Sebuah Wajah Di Cangkir Kopi)


Pagi ini aku melihat wajahmu, di cangkir kopi yang uapnya masih mengepul. Rasanya aku mengenal rautmu. Dik, Ayahmu bilang kau berbeda. Tapi dia salah. Kau istimewa. Sama sepertinya, tidak pernah kalah oleh cobaan Tuhan. “Tuhan masih sayang.” katanya. Dik, Katanya kau pernah menanggung luka. Tapi kau bertahan. Tanpa ada air mata penyesalan atas keadaan. Pandanganmu

1 4 5 6 7 8 55

About me

Firah

Categories

Archives