(Inilah) Aku Tanpamu #15HariMenulisFF


Sebuah ruangan serba putih,dan aku duduk menulis. Tidak banyak yang aku lakukan di sini hanya menulis dan menulis. Kebanyakan tentangmu,duh. Lembaran-lembaran kertas berserakan di mejaku. Menutupi laporan-laporan status pasien yang seharusnya aku kerjakan sejak malam tadi. Tapi otakku hanya berkonsentrasi pada satu titik,dan itu kamu yang meninggalkanku. Biasanya pagi setelah jadwal aku berjaga malam, ada

Aku Benci Kamu Hari Ini


“Polos atau yang berulir?” Fabian menghentikanku dari lamunan. “Eh?” aku kembali ke bumi. Memperhatikan dua buah cincin yang ada di tangan Fabian. Apapun pilihanku tidak penting. Aku terlanjur sakit. Cincin itu bahkan tidak akan pernah aku kenakan. “Coba lo pake dulu deh. Biar keliatan yang mana yang lebih bagus.” Katanya seraya memakaikan cincin itu ke

Surat (Bukan) Dariku #15HariMenulisFF


Suara panik Ryo terdengar panik di depan pintu kamarku. “Gendis, buka pintunya, jangan lakukan hal itu!” Aku menangis tersedu-sedu. Sebuah kaleng obat nyamuk terbuka di tanganku. Isinya masih belum berkurang sedikitpun. Pintu kamarku terbuka dengan kasar. Ryo akhirnya memutuskan untuk mendobrak pintu kamar dan masuk dengan paksa. Menepis botol di tanganku dan memelukku erat. “Aku

Ada Dia Di Matamu #15HariMenulisFF


Kami mengobrol dan tertawa, bahkan sesekali terbahak. Duduk bersisian menyandar pada dua buah bantal besar. Pemandangan apartemenku menampilkan permainan kerlip lampu kota. Udara dingin di bulan Desember tidak menyurutkan keinginan kami menikmati semangkuk besar es krim. “Gila ya, udah lama banget kita ga kayak gini.” Sahabatku, Di, mengangguk dengan mulut penuh es krim. “Lama banget!”

About me

Firah

Categories

Archives