Browsing category Random

Puanku Dan Jejak Gincu Di Bibir Kaleng


Perempuan itu masih memegangi kaleng kopinya. Memandangi rintik hujan yang mengamuk siang ini. Masih terlihat jejak gincu merah muda di bibir kaleng. Ah, buatku iri saja, kau kaleng. Musim hujan selalu menjadi musim yang dia tunggu. Meski sering kali dia meringkuk kedinginan tak kuat akan serbuan cuaca yang menggodanya dari sela-sela jendela dan pintu. “Hujan

Pria Yang Suka Bermasturbasi


Dialah pria yang menyendiri. Baginya hidup adalah masturbasi, mencari kesenangan seorang diri. Katanya dia takut sakit hati, padahal dalam hatinya dia lebih takut orang lain tersakiti. Oleh karena itu dia menjalani hidup bagai masturbasi. Adakah yang salah dengan masturbasi? Selama tidak merugikan orang lain. Pria itu berfantasi, kadang rasa geli membuatnya senang. Kadang nyeri yang

Hujan Pagi Ini


Dia duduk di teras sambil mengamati rintik hujan yang turun pagi ini. Sesekali angin dingin membelai kulitnya dan dia bergidik. Sebuah laptop berada di pangkuannya, dia mencoba bekerja. Meneliti tabel-tabel panjang. “Kamu bekerja di luar? Asthma-mu nanti kambuh.” Lelakinya menyampirkan sebuah selimut di bahunya. Dia tersenyum dan menggeleng. “Aku suka seperti ini, bekerja dengan iringan

Karena Kamu Begitu Lucu Ketika Cemburu


Aku menghempaskan tubuh ke tempat tidur. Tempat tidur kita. Kamu, masih saja berkutat dengan layarmu. “Huft..kamu tidak akan menyambutku?” selorohku. Kamu hanya menoleh dan mengecup keningku sekilas. “Lama sekali kamu baru pulang, Prana.” Aku hanya bisa tertawa dan mengusap kepalamu gemas. Sudah pernahkah aku katakan aku menyukaimu ketika menyebutkan namaku secara lengkap? “Aku hanya pergi

About me

Firah

Categories

Archives