Browsing category Diary

22.12.10


ku coba terus kepakan sayap kecil yang rapuh di antara lipatan angin. berharap adanya tubuh kecilku terbawa angin dan tenggelam dalam sebuah dunia bernama mimpi. dimana segala sesuatunya menjadi mudah dimengerti. karena ada satu tanya yang terus menggeliat dalam hati, “mengapa cinta harus memilih?” benarkan cinta hanya ada untuk satu hati? karena aku tak mau

Terracotta (Keping 2)


dia yang selalu hadir saat aku kmbangkan sayap untuk pergi. menahan ku agar tetap di bumi. bukan karena dia tak mau aku melajutkan hdup. tapi agar aku memikirkan kembali langkahku. agar aku mengingat adakah dia di hatiku. sebagaimana ada aku di hatinya. dia yang bercerita padaku. di balik kepulan asap rokok merah putih. dan secangkir

Andai Surya Mengetahui


ini adalah senjaku.. Saat kau beranjak digantikan malam. Maaf aku kembali menangis,karena skali lagi aku menyerah. Membiarkanmu menyinarinya. Belahan bumi yg lebih indah. Mengapa aku yg harus terluka padahal akulah yg membiarkanmu pergi. Aku dan keangkuhanku..menenggelamkan hati dalam kesunyian. Hingga ku tak dapat tahan dengan suara. Mungkin selamanya hidupku kan menjadi malam,tanpa fajar tanda kembalinya

Terracotta (Keping 1)


Bagi sy mencintai kamu berarti menunggu. Seperti menunggu hujan reda di pelataran toko saat sepulang sekolah. Dengan bau harum tanah basah, angin yang menembus tulang, dan rasa senang karena tak harus pulang cepat. Injury time untuk jiwa petualanganku yang memuncak. Aku mencandu rasanya menunggu. Karena dengan menunggu kau dapat hadir melalui imaji. Setiap mimpi yang

1 4 5 6

About me

Firah

Categories

Archives