The Journey Part 2 (Hana’s Side)

The Journey Part 2 (Ale’s Side)

Hentakan beat dari earphoneku tak mampu menahan aku dari rasa kantuk. Semalaman tadi aku tidak tidur sama sekali. Memikirkan segala kemungkinan untuk membalas dendam. Sampai akhirnya aku memutuskan untuk berkeliling dan membiarkan amarahku reda.

Suara Haha San1 masih terngiang d telingaku,“Ryooyaku kuchi ni nigashi.” Obat yang baik itu rasanya pahit. Baiklah,mungkin memang begini seharusnya. Aku harus belajar dari pangalamanku, tapi saat ini aku tidak aku tidak akan percaya pada orang asing.

Haha San, betapa aku rindu pelukanmu. Di sini aku merasa sendirian. Terlalu sepi tanpa ada suaramu. Aku memejamkan mata sebentar,membayangkan wajahnya yang hampir setahun tak kulihat langsung, kecuali dari skype.

Aku pikir aku hanya memejamkan mata sebentar. Sampai akhirnya aku mendapati kepalaku telah bersandar pada bahu penumpang sebelahku.

Aku terkesiap dan langsung meminta maaf, “Gomenne.”2. Aku kelepasan berbicara Bahasa Jepang.

Dengan cepat aku membetulkan posisi dudukku. Namun aku dikejutkan dengan penumpang di sebelahku.

“Tidak apa-apa.” Eh benarkah yang aku dengar? Dia mengerti apa yang aku katakan?

“Anata wa nihon go o wakarimasuka?”3

“Watashi wa nihon go o benkyoushimashita.”4

“Maaf aku menggunakan nihon go5 tadi. Kebiasaan.” Aku kembali mengecek playlist di ipod-ku. Menggantinya dengan deretan lagu yang lebih menghentak, agar aku tidak jatuh tertidur lagi.

It’s okay. Lanjutkan saja tidurmu. Kamu terlihat lelah. Pake saja bahuku lagi untuk bersandar.”

Apa?! Dia benar -benar mengatakan itu? Hidung belang! Mana mungkin aku mau melakukan itu. Aku hanya menatapnya jijik dan kembali memasang earphone-ku.

Perjalanan ini sepertinya akan memakan waktu lebih lama dari yang aku duga.

[1] Ibu.

[2] Maaf.

[3] Kamu mengerti Bahasa Jepang?

[4] Aku pernah belajar Bahasa Jepang.

[5] Bahasa Jepang.

1 Comment

Leave a Comment