The Journey Part 1 (Hana’s Side)

Part 1 Ale’s Side karya @zafride bisa dibaca di sini

Suara pengumuman terdengar dari pengeras suara. Busku telah tiba, syukurlah. Aku melihat ke jam tanganku, satu jam terlambat. Ugh, masyarakat di sini benar-benar tidak dapat menghargai waktu!

Di telingaku terngiang perkataan Kejiro, “you guys cannot realize how important the time is,poor you.”

Memang benar, di sini menjadi orang yang tepat waktu akan rugi! Pernah suatu hari aku ditertawakan karena tiba di tempat meeting setengah jam lebih awal, dan rekanku tiba satu setengah jam lebih lambat. Setelah mereka tahu aku telah tiba di tempat lebih awal mereka malah menertawakanku. Katanya kebiasaan aku di Jepang tidak akan berlaku di sini. Huh, persetan!

Aku melangkah dengan tergesa-gesa hingga terantuk salah satu anak tangga di pintu bus. Tidak tahan dengan cuaca Jakarta yang panas, aku bersyukur busku ber-AC.

Kursi nomer dua. Satu dari tiga kursi yang masih tersedia ketika aku mendadak berhenti di pool bus antar pulau ini dan memesan satu tiket. Aku pilih nomer dua karena dua kursi lain berada dekat dengan toilet. Pasti tidak akan menyenangkan jika harus mencium bau toilet selama tiga puluh jam menuju Bukittinggi. Aku bahkan tidak tahu dimana itu kota Bukittinggi, yang aku tahu itu cukup jauh dari Jakarta, dan itu berarti baik. Aku harus ‘pergi’ dari kehidupanku.

Pria yang menempati tempat duduk di sampingku sedang tertidur. Wajahnya tidak terlihat, karena dia menutupinya dengan topi yang ditarik hingga menutupi setengah wajahnya. Aku menyimpan barang-barang berhargaku dengan aman. Aku tidak mau harus kehilangan barang-barangku.

Sesaat setelah aku menghempaskan diri ke tempat duduk, lelaki di sebelahku terbangun dan melihatku sekilas. Namun kembali melanjutkan tidur.

Aku melihat sepasang pasangan muda menempati kursi agak ke tengah, nampak asik bermesra-mesra dan tertawa cekikikan. Oh my Godess, get a room please! Aku muak dengan kebahagiaan cinta.  Itu semua hanya omong kosong.

Aku memasang earphone dan men-shuffle playlistku. It’s gonna be a looong journey.

1 Comment

Leave a Comment