Terracotta (Keping 3)

ingin aku sapa dirimu saat ini. yang tak lagi dengarkan suaraku. meski percuma, izinkan aku berkata, selamat malam.

masihkah kamu dengan kebiasaanmu? menantangi malam untuk terus terjaga. aku masih. karena gelap membuatku dapat melihatmu.

bukan..bukan karena kau cahaya. kau bukan lagi cahaya yg menyinariku. karena sinarmu berpendar ke arah yang lain. akupun lelah mencari sesuatu yang memantulkanmu ke arahku.

bagiku sekarang kamu adalah kelabu. yang nyatakan batas antara cita dan nyata.

No Comments Yet.

Leave a Comment