Archive

Tag Archives of : flash fiction

Bandara – Peluru Terakhir

Nafasku terengah. Keringat dingin membasaki telapak tanganku yang kumasukan ke dalam jaket hitam yang aku kenakan. Sebuah senapan tangan tipe P1 tergenggam erat meski gagangnya sedikit licin karena keringat. Satu penjaga aku lewati, pandangannya tidak menaruh curiga sedikitpun. Dasar penjaga bodoh! Runtukku. Harusnya dia mencurigai siapapun yang memakai jaket...

Bandara. #2 Show Me Love

Sepasang pemuda dan pemudi berjalan melintasiku. Tangan mereka bertaut dan sesekali si pemuda itu mengecup puncak kepala kekasihnya. Memang benar jika manusia sudah dibutakan dengan cinta, mereka tidak akan peduli seberapa besar badai yang akan menghantamnya. Pasangan yang saling mencinta dengan tulus dan sungguh-sungguh adalah makhluk terkuat di muka...

Bandara. #1 Melepaskanmu

Sumpah Prajurit 1. Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 2. Tunduk kepada hukum dan memegang teguh disiplin keprajuritan 3. Taat kepada atasan dengan tidak membantah perintah atau putusan 4. Menjalankan segala kewajiban dengan penuh rasa tanggung jawab kepada tentra dan Negara Republik...

Pagi Kuning Keemasan

Tubuhnya terlihat bercahaya di bawah sinar matahari terbit yang jatuh di kulitnya. Ya..langsung di kulitnya karena tidak ada sehelai benang pun di tubuhnya. Dia nampak tidak terganggu dengan tatapan mata kami yang terbelalak. Maklumlah di pulau Lengkuas ini hanya ada tiga orang dan semuanya adalah batangan yang lama tidak...

Menunggu Lampu Hijau

Aku berdiri di bawah Jam Gadang yang berdiri kokoh. Sebuah speaker menempel di telingaku, tersembunyi dengan baik oleh rambutku yang tergerai. Dari sana terdengar suara perintah-perintah untukku dan rekan-rekanku yang bersembunyi dalam penyamarannya. Komandanku berbicara dengan lantang, menegaskan rencana yang telah disusun dalam penyergapan kali ini. “Pastikan kalian berada...

Perbedaan Warna

Aku selalu senang memperhatikannya bekerja. Menatap layar laptopnya dengan kening sedikit mengernyit dan bibir sedikit mengerucut. Batang rokok tak henti-henti dia nyalakan,  satu dari sekian banyak kebiasaannya yang aku tidak suka. Tapi tak apa karena ketika dia serius seperti itu dia lebih sering lupa menghisap rokoknya dan membiarkannya habis...

Aku Ingin Kamu Tahu

“Apa yang terjadi padamu? Kenapa kamu tidak pernah menulis lagu lagi?” Tanya Gathan tiba-tiba di suatu sore. Pertanyaan itu mengejutkanku,karena aku tersadar sudah beberapa bulan aku tak lagi menulis satu lagu pun. “Aku tidak tahu. Malas saja.” Jawabku asal. Gathan hanya menatapku tak percaya. “Nada, ada yang kamu sembunyikan?”...

Paris

Aku ingat kamu berjanji untuk mengajaku ke Paris. Menyusuri jalan-jalannya, mengunjungi setiap museum yang ada, dan tentu saja berciuman di bawah menara Eiffel yang berdiri kokoh seolah-olah menantang kita untuk membuktikan seberapa dalam kita jatuh cinta. “Suatu hari kita akan ke Paris dan merayakan cinta!” katamu mantap. Maka sejak...

Dingin

Udara di Bandung Barat terasa menggigit tulang, membuat aku sedikit bergidik saat dinginnya menyentuh kulitku. “Kamu kedinginan?” Rayhan menghentikan petikan gitarnya dan menyentuhkan jarinya yang hangat di pipiku. Aku mengangguk, “Sedikit.” Jawabku. Udaranya tidak sedingin suasana kita sekarang, sayang. Dia kemudian meletakan gitarnya dan beranjak mengambilkan selimut untukku. “Pakai...

Surat Untuk Jaka

  Dear, Love. Jika kita bisa meminta waktu pada Tuhan, berapa banyak yang akan kamu minta? Apakah satu bulan agar kita bisa menghabiskan waktu lebih banyak untuk menatap bintang di bukit itu. Saling berpelukan memerangi dingin yang menggerogoti tulang. Lalu kita akan menghentikan kendaraan saat perjalanan pulang, mampir sebentar...

Content Protected Using Blog Protector By: PcDrome. & GeekyCube.