Archive

Tag Archives of : diary

Satu Kisah Kecil Tentang Kita

Suatu malam seperti biasa. Kita berkutat dengan pekerjaan masing-masing. Aku masih mengerjakan deadline artikelku, dan kau sibuk dengan barisan algoritma yang tidak pernah aku mengerti. “Programmer itu alien. Bicara dengan bahasa aneh. Bukan bahasa manusia.” Kataku melihat deretan-deretan algoritma yang kau ketikan dengan dahi berkerut. Kau menoleh padaku dan...

15.01.2012

Aku tidak pernah pandai mengucapkan selamat tinggal bukan? Kau pasti tahu itu. Karena entah berapa kali kita mencoba, namun selalu gagal. Kamu adalah rumah tempatku berpulang ketika aku rasa terlalu lelah berjalan. Begitu juga sebaliknya. Kemarin adalah salah satu saat dimana aku mencoba melakukannya lagi. Mengucapkan selamat tinggal. Kali...

07.01.2012

Hari ini Sabtu, dan saya ga libur (lagi). Malas melanda saya pagi ini. Mencegah saya untuk beranjak bangun dan keluar dari kamar. Rayuan untuk menghabiskan pagi dengan melanjutkan tidur mengambil bentuk sebagai selimut hangat dan bantal yang empuk. Badan saya sakit semua, sisa-sisa demam dan flu yang masih tertinggal...

Alasan-Alasan Meninggalkanmu

  Kali ini kami terlibat lagi dalam pertengkaran. Seperti sebelumnya. Namun kali ini berbeda. Setelah bertahun-tahun pernikahan kami, baru kali ini aku lihat istriku melampiaskan kemarahannya. Biasanya ketika kami bertengkar, dia akan diam. Sesekali menangis, namun dia tidak pernah balas berteriak padaku. Hanya diam. Istriku yang lemah lembut perangainya,...

Bagaimana Jika Aku Pergi Dari Hidupmu?

Bagaimana jika aku pergi dari hidupmu? Apakah kau akan merindukanku? Mungkinkah kau menulis ratusan puisi tentang kehilanganmu? Atau kau akan menangis dan membaca lembar-lembar kenangan yang kita buat bersama? Bagaimana jika aku meninggalkanmu hari ini? Akankah kau tetap hidup esok hari? Masihkah kau mampu berdiri? Karena jika kau pergi...

Cinta Tak Kenal Libur

Aku mencintaimu tanpa libur. Dua puluh empat jam, 7 hari seminggu. Bahkan aku bersedia lembur jika perlu. Biar saja tanpa jeda. Toh mencintaimu memberiku nyawa. Seperti nafas yang aku lakukan tanpa perlu perhitungan. Jadi untuk apa aku membutuhkan libur. Aku ingin mencintaimu menjadi pekerjaanku setiap hari. Yang aku mulai...

Tanpamu Aku Hilang Nyawa

Bisakah kita menjadi dua yang saling mencintai tanpa melukai? Bisakah kita menjadi kilau tanpa harus gelap menyertai? Aku coba dengan kata. Tuk jelaskan betapa aku cinta. Dengarlah sebelum kau larut dalam cemburu. Aku selalu ingin kau mengerti, kau sulur yang mengikat nyawa pada ragaku. Kau nafas dalam paru-paru hingga...

Menunggu Mati

Kosong. Benar-benar kosong. Semua terhampar menunggu untuk ditulisi. Tapi tidak mungkin lagi.. semangatku mati. Inspirasiku tak berdenyut lagi. Garis datar, flat line. Aku menunggu saja di sini. Menunggu mati. Follow

Ya, aku memang seorang perempuan bebal dan pelupa. Masih kah kau bersedia mencintaiku?

Suatu kali kau bertanya padaku. Apa yang ku ingat tentang tgl 24. Aku terkesiap dan mengap-mengap mencari ingat. Aku yakin kau pernah mengatakan sesuatu tentang itu. Dulu..dulu sekali. Saat kita masih mencari makna tentang kehadiran kita di hati masing-masing. Kau kembali bertanya, dan aku masih berfikir. Kenapa aku bisa...

Satu Lagi Pertanyaan “Mengapa”

Ada satu pertanyaan mengapa yang sampai saat ini belum terjawab. Mungkin waktu yang belum mau menjawab atau memang sejak dulu tak ada jawabnya? terlalu implisit untuk dunia beberkan sehingga harus aku berjalan dan mencarinya sendiri di setiap lipatan waktu dan tikungan. Satu pertanyaan tentang alasan kau pergi di saat...

Content Protected Using Blog Protector By: PcDrome. & GeekyCube.