Syed Naga Bertulang Es (Hari Lahir)

ini adalah negeri para peri. dimana mereka berbicara memiliki melodi, seperti sedang bernyanyi. tapi ini bukan cerita mengenai peri. meskipun akan muncul kisah mereka nanti.

kali ini kita akan bercerita tentang sang naga. kalian tahu bagaimana naga dilahirkan? baiklah sekarang biar aku ceritakan.

di balik hutan Gnetlam, sebuah hutan dimana pohon tumbuh dengan lebat, hingga sinar matahari sulit menembus celah-celah daun yang tumbuh, terdapat sepasang naga besar yang baik hati. sang induk betina kali ini sedang menunggu untuk bertelur. peristiwa yang sangat ditunggu oleh pada penghuni hutan. karena naga jarang sekali bertelur, dan meskipun bertelur, sangat jarang naga yang dapat bertahan hidup hingga dewasa.

tahukah kalian bagaimana bentuk telur naga ketika baru ditelurkan? tidak..tidak.. meskipun naga dapat menyemburkan api yang sangat besar, telur naga tidak panas seperti yang kalian pikirkan. bahkan, telur naga yang baru menetas itu beku dan diselimuti oleh lapisan es yang tebal. hal ini karena rahim naga betina sangat dingin. melindungi telur naga dari suhu tubuhnya yang panas. bisa dibayangkan jika telur itu terkena panas makan ketika ditelurkan akan seperti telur rebus buatan ibu kalian ketika sarapan, bukan?

sekarang saat yang ditunggu-tunggu tiba. induk naga mengejan dan berusaha bertelur. disaksikan oleh penghuni hutan yang berdoa dan berharap cemas. memberi dukungan pada induk naga. induk naga jantan terbang berputar rendah di atas pasangannya dengan cemas. ini telur pertama mereka. naga jantan terus berputar dan pandangannya tak lepas dari pasangannya yang nampak kesakitan. sesekali dia turun untuk mengecup dan memberi semangat.

saat itu matahari sudah hampir di puncak kepala, saat akhirnya tiga butir telur naga yang dingin dan diselimuti lapisan es keluar dari rahim induk naga. semua penghuni hutan bersorak gembira. mereka takjub melihat telur besar berwarna biru yang diselimuti es tebal. seperti intan paling besar yang pernah ada di dunia. cahaya matahari yang terpantul dari permukaan telur menambah keindahan telur itu.

pasangan naga itu bahagia melihat telur-telur mereka. memandang dengan penuh kasih dan tampak juga tetes air mata haru di kedua mata mereka. para peri bernyanyi dengan indah, para centaur menembakan panah mereka ke udara sambil bersorak gembira. para kurcaci berdansa diiringi lagu peri dan para sathyr mengeluarkan kendi-kendi anggur terbaik mereka.

tapi belum lama kebahagiaan itu berlangsung, dari kejauhan nampak sebuah letusan. ternyata perbatasan negeri diserang! Golaed sang penyihir hitam menyerang Gnetlam. berkali-kali dia berusaha menaklukan negeri yang damai itu, namun kali ini sihirnya bertambah kuat, belum lagi pasukan naga yang dibawanya kali ini.

terompet tanda perang dibunyikan hingga terdengar ke seluruh negeri, tanda bahwa negeri itu dalam keadaan bahaya. pasangan naga itu terkejut, begitu juga penghuni hutan. semua bersiap untuk berperang. naga yang juga penjaga perbatasan bangkit dan bersiap terbang menuju medan pertempuran. sebelum mereka membumbung ke langit, mereka mengecup telur-telur mereka yang belum dierami. bersedih karena merka harus meninggalkan telu-telur itu, dijaga oleh seorang peri dan centaur selama orang tuanya berperang

para peri kembali ke pohon-pohon tempat mereka tinggal untuk menggunakan baju zirah mereka,begitu juga para centaur dan kurcaci. mereka dalam keadaan siaga penuh. mereka telah siap untuk keadaan seperti ini sejak Penyihir hitam Golaed pertama kali menyerang negeri. mereka percaya, perang hanyalah menunggu waktu sampai Golaed dapat dikalahkan.

perang berkecamuk, separuh negeri telah dikuasai. pasangan naga berperang tanpa lelah, meskipun luka-luka terdapat di sekujur tubuh mereka. namun kekuatan mereka tidak seimbang. negeri Gnetlam akhirnya dikuasai Golaed. pasangan naga ditawan begitu juga peri-peri, centaur, kurcaci, dan pejuang lain yang masih hidup.

singkat cerita, peri dan centaur penjaga telur naga bergegas menyembunyikan telur-telur itu. dengan kekuatan sihir peri mereka menyembunyikan telur-telur di dalam gua. meskipun keadaan diluar gua sangat mencekam di bawah kekuasaan Golaed, di dalam gua, peri bernama arabella dan centaur bernama Logalus berusaha mengerami telur-telur naga itu.

tahukan kalian bagaimana cara induk naga mengerami telurnya? mereka menyemburkan api secara konstan hingga lapisan esnya meleleh dan telur dapat menetas. tapi dengan tidak adanya induk naga, Arabella dan Logalus harus membuat api yang terus menerus dapat mencairkan lapisan es tersebut.

dengan kekuatan sihir Arabella, terciptalah sebuah perapian dengan api yang menyala terus menerus. berhari hari mereka berusaha mencairkan lapisan telur agar dapat menetas. tapi ternyata itu tidak mudah, karena lapisan es itu bukan es biasa yang leleh karena panas. tapi lapisan tebal keras dan dingin seperti intan. setelah seminggu mereka tidak melihat adanya perubahan dari telur itu. akhirnya mereka menyerah. karena telur yang satu minggu tidak dapat menetas maka kecil kemungkinannya akan dapat menetas dengan sendirinya.

arabella menangis dan Logalus pun bersedih karena mereka tidak berhasil menetaskan telur-telur itu. namun keajaiban terjadi pada hari ke delapan. meski api sudah dipadamkan, namun sesuatu terjadi pada salah satu telur naga itu. ada retakan kecil dengan bunyi “krak”. Arabella dan Logalus yang muram terkejut dan terdiam tidak berani bersuara. karena mereka sendiri tidak yakin dengan apa yang mereka dengar. mereka melihat telur itu dan meneliti dengan seksama, membuktikan pada diri mereka sendiri jika telur itu benar menetas.

ketika mereka sedang meneliti retakan yang ada, ternyata muncul lagi retakan yang lebih besar, hampir saja Logalus menjatuhkan telur itu karena terkejut. retakan itu makin membesar hinga telur akhirnya benar-benar pecah.

dari telur itu muncullah seekor naga kecil dengan mata hitam besar dan nafas berasap. tubuhnya biru dengan sisik bening seperti intan. memantulkan cahaya seperti pelangi. Logalus tahu, bayi naga yang baru menetas tidak boleh disentuh karena suhunya yang masih panas. namun naga ini aneh. seharusnya ada asap mengepul yang keluar dari tubuhnya. seperti roti yang baru ibumu keluarkan dari oven. tapi asap yang keluar dari bayi naga itu seperti asap yang keluar dari sebuah es kering. berat dan jatuh ke tanah.

meskipun Arabella melarang Logalus untuk meyentuhnya, namun Logalus yang penasaran mengulurkan tangan dan menyentuh bayi naga itu dengan ujung jarinya. betapa terkejutnya Logalus merasakan bahwa naga itu tidak panas sama sekali. malah naga itu terasa sangat dingin. dingin seperti es, seperti telur naga yang belum menetas.

takjub dengan apa yang mereka lihat, Arabella dan Logalus mendekat dan akhirnya tertawa senang. karena mereka berhasil menetaskan sang naga.

pada hari pertama mereka langsung menyadari ternyata bayi naga itu sangat berbeda dengan naga-naga lainnya. nafas api yang biasa naga miliki dari hari pertama mereka diteteaskan tidak dimiliki oleh bayi naga itu. malah bayi naga itu memiliki nafas sedingin es.

Arabella dan Logalus menamai naga itu Syed. Syed si naga es..

<to be continued>

No Comments Yet.

Leave a Comment