Pilihanku. Nyinyirmu.

Kemarin seorang sahabat saya melakukan pilihan yang sulit, yaitu pindah dari faksi Enlightment ke Resistance di game Ingress. Bagi kalian yang ga tau apa itu Ingress dan satu kalimat pertama yang saya sebutkan sebelumnya silahkan baca di sini. Bagi yang tau kalian pasti tau kalo faksi bagi kami seolah ‘agama’. Ketika terjadi perpindahan pemain, seolah dia murtad dan akhirnya menjadi perbincangan. Ada banyak pemain dari faksi kami, Resist yang pindah ke Enlightment, begitu juga sebaliknya. Dan ketika mereka ‘murtad’ omongan-omongan nyinyir dimulai. Padahal apakah itu mempengaruhi kehidupan nyata? ya tentu saja tidak bagi orang yang berfikir logis, bagi orang-orang yang tidak, percayalah orang-orang seperti kalian yang membuat para pemain pindah ‘agama’.

 

Hal yang sama pernah saya rasakan ketika memilih untuk menikah dengan orang yang tidak satu ras. Nyinyir pun muncul seperti sebuah adat kebiasaan baru di negeri tercinta ini. Dibilang sayang sekali hak warisnya hilang, dibilang nama besar keluarga yang disandang akan berhenti karena saya anak tunggal dan perempuan. juga seribu nyinyir lain yang kalau didengar lebih mengganggu dari bunyi kuku di papan tulis kapur.

 

Kasus lain terjadi ketika seorang sepupu bercerai. Meninggalkan pernikahan yang sakral dan menjadikan dia janda. Orang-orang bilang kalau menjadi janda itu memalukan. Tapi sepupu saya tegar bagai karang. Karena dia tahu itu yang benar.

 

Sama seperti saya, teman saya, dan entah berapa banyak lagi yang melakukan pilihan. Percayalah ketika anda nyinyir dan mempertanyakan pilihan orang lain, kami semua tidak peduli. Ketika memutuskan pilihan yang besar kami sudah paham resiko yang akan di dapat dan tidak perlu dikritisi. Yang kami perlu hanya dukungan dan doa agar kami dimudahkan urusannya.

 

Terlepas dari apa yang akan terjadi nanti pada kami, kalian tidak berhak untuk mencampuri urusan kami. Kami juga akan berlaku yang sama untuk urusan kalian. Percuma kami diurusi, toh kalian juga masih banyak urusan yang perlu diurusi. Kecuali kalau kalian mengurusi carut marut keuangan kami lalu kalian datang dengan bantuan dana tanpa harus dikembalikan, ya silahkan saja.

 

Satu hal lagi, saya pengikut beberapa akun gossip di instagram, alasannya karena saya tidak banyak nonton televisi dan kadang berita mengenai hiburan dalam negeri tertinggal sekali. Jadi memang semata untuk hiburan dan informasi. Ketiak beberapa artis melalukan sesuatu yang dianggap tidak sesuai budaya ketimuran, saat itu begitu banyak komentar dengan kata-kata baik hingga kasar, mendoakan hingga sarkas muncul. Lalu ada satu akun yang saya kenal orangnya, ikut membantu admin untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan komentator. Wow! Betapa banyak waktu orang-orang untuk peduli pada hal-hal yang bukan urusannya.

 

Lalu sekarang saya tersadar, dengan membahas ini berarti saya juga sudah menjadi salah satu dari mereka. Mengurusi urusan orang lain. Oh Tuhan, maafakan hamba. Astagfirullaaaah.

No Comments Yet.

Leave a Comment