Kota Ini Tak Lagi Sama

Kota ini tak lagi sama. Aku ingat pertama kali kita bertemu, udara kota ini terlalu dingin untukku. Tapi waktu itu kamu malah melenggang santai dengan kaos abu tanpa sehelai jaket untuk menghalau dinginnya angin yang berhembus malam itu. Saat ini aku pun bisa melenggang santai tanpa khawatir saluran paru-paruku akan menyempit karena menahan dingin. Kota ini sudah kehilangan kesejukannya.

Kota ini tak lagi sama. Meski matahari masih terbit di timur, namun sinarnya tidak seterang dulu. Entah karena cuaca atau karena tidak ada kamu yang menemaniku melihat pancaran pertama di beranda sesaat setelah shubuh berlalu.

Kota ini tak lagi sama. Jalan-jalan panjangnya sekarang sudah banyak berubah. Pohon-pohon rimbun yang biasanya menaungi kita berjalan menyusuri kota sambil berpegangan tangan, sekarang sudah berganti menjadi tiang-tiang baliho dan juga lampu jalan. Aku tidak suka. Karena semakin sulit untukku menikmati kota ini sambil berjalan kaki. Sesuatu yang kita sukai untuk menghabiskan sore-sore singkat kita sebelum akhirnya kita berakhir di beranda.

Kota ini tak lagi sama. Sepeninggal dirimu, aku sudah tidak lagi sendiri. Kali ini ada tangan-tangan lain yang menggenggam tanganku. Ada bahu lain yang merengkuhku. Ada senyuman-senyuman lain yang menenangkanku. Sesaat sebelum aku tidur ada mata lain yang menatapku dengan sayang dan penuh kasih. Mata yang begitu mirip dengan matamu. Aku bersyukur kamu mewariskan matamu padanya, Nirwana kita yang sekarang mewariskan matamu pada Rea-nya.

Kota ini tak lagi sama. Sekarang aku tidak lagi dapat menikmati kopi pagi bersamamu. Anak dan cucu kita sudah melarangku untuk itu. Mereka hanya memperbolehkanku minum air putih, susu dan teh. Mereka tidak ingin aku mendapatkan stroke karena pembuluh darah tuaku mulai merapuh.

Kota ini tak lagi sama. Meski begitu, cintaku masih tetap sama. Seperti pertama kali aku berjumpa denganmu, lelaki berkaos abu-abu yang melenggang santai di setiap hari-hariku. Untukmu, aku mencintaimu tanpa ragu-ragu.

(3) Comments

  • Teguh Puja
    18 Sep 2012

    It’s such a nice comeback, Firah. 😉

    • Firah
      18 Sep 2012

      Thanks.. udah lama banget ya gak ngeblog hihi.. *bersihin sarang laba-laba*

Leave a Comment