Kisah Kunang-Kunang (Cuma karangan saya aja!)

Hari ini ada kunang-kunang masuk ke kamar saya. Berkelap-kelip kuning, entah dari mana datangnya. Somehow saya jadi terinspirasi untuk buat cerita tentang kunang-kunang.

Tahu kan kamu bahwa kunang-kunang adalah makhluk magis? Bukan bukan makhluk gaib sejenis dedemit dan jin. Tapi makhluk magis, artinya memiliki kekuatan gaib atau berkaitan dengan kekuatan gaib. Berbeda dengan phoenix yang memang makhluk gaib yang memiliki kekuatan sihirnya sendiri, kunang-kunang sama seperti burung hantu. Dia tidak memiliki kekuatan, tetapi erat kaitannya dengan dunia sihir.

Dahulu kala ada cerita bahwa untuk mencapai surga, arwah harus memiliki 10 sen untuk menyebrang melalui sungai kematian. Sungai ini yang menghubungkan dunia manusia dan arwah. 5 sen digunakan untuk membayar sewa perahu, dan 5 sen sisanya untuk membayar sang pendayung. Jika kau hanya mampu membayar perahu saja, maka kau akan tersesat di dunia arwah dan tidak bisa kembali kemanapun.

Tapi bagaimana dengan arwah yang tidak memiliki apa2? Saking miskinnya sehingga dia tidak memiliki 10 sen untuk naik perahu?

Maka para dewa pun menciptakan alternative lain, karena banyaknya arwah yang tidak sampai ke akhirat. Dewa mengambil seekor kumbang yang berterbangan di padang rumput. Kumbang biasa yang tidak menarik, lalu dia mengnyentuhkan ujung jarnya ke bagian belakang sang kumbang. Tak lama sebuah cahaya muncul dari bagian belakang kumbang tersebut. Dengan mantranya dewa menyebut “fire, flies!” maka terbanglah kumbang itu dengan nama baru. Fireflies, kunang-kunang.

Setelah kunang2 itu memiliki tubuh yang berkelap-kelip, dewa berkata pada kunang-kunang “Tugasmu lah mengantar arwah-arwah yang tersesat atau arwah baru yang tidak mampu menaiki perahu. Bimbinglah dia hingga melewati pintu akhirat, sehingga dia dapat diadili sesuai dengan perbuatannya.”

Lalu kunang-kunang mengangguk dan terbang pergi mencari para arawah yang tersesat, atau arwah yang terlalu miskin untuk naik perahu.

Sadarkah kalian mengapa kunang2 terlihat pada malam hari saat udara sedang dingin? Itu karena pada saat dingin, kabut turun ke bumi, dan udara menjadi semakin tebal untuk di tembus. Bagi arwah yang lebih ringan dari udara, kabut merupakan penghalang terbesar untuk mencapai dunia arwah. Mereka harus berjalan menembus kabut yang mengaburkan pandangan mereka, dan juga melangkah seperti melangkah di dalam lumpur. Berat dan melelahkan. Saat-saat itu lah banyak arwah yang kelelahan dan tersesat. Makanya pada saat udara sedang dingin, biasanya kunang-kunang menjadi semakin banyak.

No Comments Yet.

Leave a Comment