Jerawat

image

Kau pernah merasakan mencintai seseorang namun kau tidak bisa mengungkapkan? Hanya memandangi punggungnya dari jauh, melihat senyumnya saat dia jatuh cinta (yang tentu saja bukan padamu), lalu obrolan-obrolan panjang hingga pagi yang tidak tentu arah, itu semua sudah membuatmu bahagia.

Kau pernah berulang kali ingin mengatakan betapa kau  mencintainya dan berharap dia juga akan mencintaimu? Namun niat itu harus kau urungkan berkali-kali. Terbunuh oleh pemikiran dia akan menjauhimu jika dia tahu perasaanmu dan tidak merasakan hal yang sama?

Bagiku cinta itu berwujud sebagai seorang Bagas. Aku mencintainya sejak….lama. saking lamanya aku tidak tahu sejak kapan. Aku hanya tahu bahwa desir yang aku rasakan itu cinta. Semburat merah di pipiku saat dia mengacak-acak rambutku adalah cinta. Sesederhana itu.
Aku mengetahui segala hal tentangnya. Tentang kebiasaanya memakai pulpen biru, rasa roti kesukaannya, bahkan ketakutannya pada kucing.”Itu makluk pemalas dan mengerikan dalam wujud wajah manis dan gumpalan bulu.” Aku juga mengetahui kamu mencintai seseorang dalam diam. Dia yang kau sebut Putri Oktober.

“Mencintai dalam diam itu seperti punya jerawat di ujung hidung. Mau dibiarkan, akan sangat memalukan. Mau dipencet, sakitnya tidak tertahankan.” Kamu mulai berteori ketika satu sore di bulan April.

Hingga saat ini aku masih heran mengapa kamu dan Putri Oktober-mu tidak bisa bersatu. Padahal aku saja bisa merasakan binar matamu yang menatapnya dengan penuh rasa sayang. Memancar menyilaukan setiap dia ada di jarak pandang. Entah dia yang terlalu buta atau memang kalian terlalu berbeda hingga tidak bisa bersatu? Seperti bulan April yang hangat dan Oktober yang dingin.

Sebentar lagi ulang tahunmu. Aku hafal betul tanggalnya. Malah aku sudah menyiapkan sesuatu untuk kuberikan. Hatiku. Tepat pada saat ulang tahunmu aku akan mengutarakan perasaanku. Aku hanya perlu menunggu dua hari lagi, maka ‘jerawat’ itu akan hilang.

Sebuah pesan singkat aku berikan pada menit pertama di ulang tahunmu. Kamu berterima kasih. Tunggu sampai kita bertemu beberapa jam lagi, aku yang akan berterima kasih karena kamu memberiku kesempatan untuk mengutarakannya.

Kamu berkutat dengan komputermu. Mengerjakan entah apa di layarnya. Sambil lalu aku mengambil dan mengetikkan sebuah pesan di layar ponselmu. ‘Aku mencintaimu. Sejak dulu, dalam diam’

Sebuah pesan masuk ke handphonemu. Kamu terlonjak dari tempatmu dan meraih ponsel yang sedari tadi ku pegang. Di situ terdapat balasan ‘Aku kira kamu tidak akan pernah mengatakannya. Aku juga.’

Kamu terheran-heran. Bagaimana Sang Putri Oktober bisa mengirimu pesan singkat seperti itu. Lalu kamu menatapku yang tersenyum menang. “Selamat ya. Itu hadiah buat ulang tahunmu. Pacar baru.” Kataku sambil meninju lengannya.

Tuntas sudah cintaku yang aku sembunyikan dalam diam. Aku sudah memberikan hatiku padamu. Hatiku yang ikhlas melihatmu bahagia bersama cinta yang kamu idamkan sejak dulu.

Gambar diambil dari sini

(2) Comments

  • Oddie
    02 Oct 2012

    Suka banget!
    Andai jerawatku bisa baca tulisan ini.
    Pasti doi akan bilang ke yang punya muka: ‘Itu kamu banget!”
    Lalu si empunya muka semerah-merahnya merona sekalian jerawatnya..

    • Firah
      02 Oct 2012

      Makasih, mas oddie udah mampir.
      Hihi percaya atau tidak tulisan ini terinspirasi oleh jerawat yang baru tumbuh. Bersemu merah malu-malu di pipi.
      Minta dicumbui, sepertinya. :p

Leave a Comment