Hanya aku

Bagaimana mungkin aku mempercayakanmu pada orang lain? Tidak akan ada orang lain yang menjagamu sebaik aku. Tidak mungkin aku menyerahkanmu pada orang lain jika kamu masih saja tersandung tepat setelah aku mengatakan ‘hati-hati’ padamu.

Lalu jika aku menyerahkanmu untuk dijaga oleh orang lain, bagaimana aku tahu kamu mendapatkan cukup makan, karena kamu tidak akan makan banyak jika tidak aku suapi. Bagaimana mungkin kamu bisa mendapatkan cukup tidur jika tidak ada aku yang memelukmu saat tidur. Dan siapa yang bisa menenangkanmu jika suatu saat kamu mendapatkan mimpi paling buruk sehingga kamu menjerit histeris dalam tidurmu.

Tidak akan mungkin aku mampu menyerahkanmu pada orang lain selain aku. Tidak akan ada yang mengerti kegilaanmu yang suka menari tanpa sebab. Tidak ada juga yang mengerti lelucon konyolmu dan meledekmu sebaik aku. Jika kamu tiba-tiba menangis karena melihat seekor kucing liar kurus yang berjalan terseok-seok, akankah dia mengerti bahwa kamu adalah wanita berhati paling lembut. Mungkinkah dia menyuruhmu diam dan memintamu bersikap lebih logis dan dewasa? Hanya aku yang mampu mengerti dan merangkul bahumu untuk membuatmu lebih baik.

Hanya aku juga yang mampu menjagamu dengan baik, melindungimu dari sakit hati, dan mengusap air mata yang jatuh dari pipimu dengan benar. Hanya aku yang dapat membuatmu merasa menjadi diri sendiri dan tidak perlu berpura-pura. Jadi bagaimana mungkin aku menyerahkanmu pada orang lain?

Akan ada banyak lelaki yang mencintaimu dengan sungguh-sungguh. Rela berkorban nyawanya demi mendapatkanmu. Tapi mampukah mereka mencintaimu, menyayangimu, memperlakukanmu dengan benar? Hanya aku yang bisa seperti itu. Lalu bagaimana mungkin aku bisa menyerahkanmu untuk dijaga orang lain selain aku?

No Comments Yet.

Leave a Comment