Archive

Archive of : Cerpen

Teman

Seorang pria datang memasuki sebuah waralaba. Pria itu kusut masai, dengan wajah yang tak kalah suram. Bel penanda pelanggan datang berbunyi, “ting tong!” “Butuh apa?” Tanya penjaga toko berperut gendut dan berbau apak. “Tawa.” Lalu sang penjaga toko mengeluarkan strip kecil. “Ini Dex***amphetamine. Harganya satu jiwamu.” Sang lelaki tertunduk...

07.09.14

Bulatan sempurna bersiap menurunkan layar. Semburat sang mega menjadi layar megah panggung senja. Garis horizon bersiap memeluk Sang surya bagaikan ending drama yang berakhir tragis. Menyedihkan. “Kamu seperti senja. Aku tidak menyukainya.” Selorohku memecah keheningan. “Aku? Senja? Aku suka senja. Indah menurutku.” Tangannya merangkul bahuku dan aku seperti melebur...

Senja Tiga Warna

Satu. Aku mulai menghitung dalam hati. Tanganku gemetar mencengkram tali kasar yang membelit leherku. Kali ini aku pasti berhasil. Dua. Dahan pohon ini pasti akan kuat menahan tubuhku. Membuat aku iri. Aku sendiri tidak lagi mampu menanggung deraan ujian hidup yang bertubi-tubi. Kehilangan yang meninggalkan aku di ujung ruangan...

Run!

Lidahku kelu, bagai seorang pandir yang menerangkan cara kerja bohlam kepada seorang Edison. Bedanya Edison-ku berambut coklat dan bersetelan Armani. Aku berharap tidak ada kamera yang terarah kepadaku, terutama ketika mulutku megap-megap seperti ikan. Di hadapan mata hazel-nya aku selalu tidak berdaya. Ada kekuatan magis yang dimiliki sepasang mata...

Jerawat

Kau pernah merasakan mencintai seseorang namun kau tidak bisa mengungkapkan? Hanya memandangi punggungnya dari jauh, melihat senyumnya saat dia jatuh cinta (yang tentu saja bukan padamu), lalu obrolan-obrolan panjang hingga pagi yang tidak tentu arah, itu semua sudah membuatmu bahagia. Kau pernah berulang kali ingin mengatakan betapa kau  mencintainya...

Hanya aku

Bagaimana mungkin aku mempercayakanmu pada orang lain? Tidak akan ada orang lain yang menjagamu sebaik aku. Tidak mungkin aku menyerahkanmu pada orang lain jika kamu masih saja tersandung tepat setelah aku mengatakan ‘hati-hati’ padamu. Lalu jika aku menyerahkanmu untuk dijaga oleh orang lain, bagaimana aku tahu kamu mendapatkan cukup...

Dingin

Udara di Bandung Barat terasa menggigit tulang, membuat aku sedikit bergidik saat dinginnya menyentuh kulitku. “Kamu kedinginan?” Rayhan menghentikan petikan gitarnya dan menyentuhkan jarinya yang hangat di pipiku. Aku mengangguk, “Sedikit.” Jawabku. Udaranya tidak sedingin suasana kita sekarang, sayang. Dia kemudian meletakan gitarnya dan beranjak mengambilkan selimut untukku. “Pakai...

Hilang

Aku menuliskan sekalimat,namun berulang kali aku tekan tombol backspace. Aku tidak punya ide untuk menulis. Aku melirik jam dinding yang terus berdetak konstan, setengah satu pagi. Kamu pergi dan belum pulang sedari tadi. Biasanya aku tidak cemas seperti ini, hanya saja sebelum kamu pergi nampak ada sesuatu yang menganggu...

Cemburu

Tidak ada yang berbeda malam ini. Sama seperti malam-malam biasanya. Kami berkutat dengan deadline masing-masing. Sebagai penulis lepas, ada beberapa artikel yang harus selesai aku selesaikan sebelum tengah hari besok. Sedangkan dia seperti biasa, programmer under pressure yang hanya bisa bekerja jika deadline sudah di depan mata. Aku mengetikkan...

Aku Bukan Untukmu, Puas!

Aku tidak pernah memintamu untuk jatuh cinta padaku. Jadi kalau sekarang kau merasa menderita dan patah hati karena aku,itu bukan salahku. Salahkan saja dirimu yang terlalu lemah dan percaya kata-kata manisku. Lampu LED-ku menyala merah. Tanda ada pesan masuk. Ah dari kamu lagi, masih belum menyerah. Tak pernahkah kau...

Content Protected Using Blog Protector By: PcDrome. & GeekyCube.