Andai Surya Mengetahui

ini adalah senjaku.. Saat kau beranjak digantikan malam. Maaf aku kembali menangis,karena skali lagi aku menyerah. Membiarkanmu menyinarinya. Belahan bumi yg lebih indah.
Mengapa aku yg harus terluka padahal akulah yg membiarkanmu pergi. Aku dan keangkuhanku..menenggelamkan hati dalam kesunyian. Hingga ku tak dapat tahan dengan suara.
Mungkin selamanya hidupku kan menjadi malam,tanpa fajar tanda kembalinya dirimu. Tapi biarlah aku yg menjalani gelap,karena dia dengan kelembutannya lebih pantas nikmati sinarmu.

Maaf aku yang mengalah..tak mampu lg ku tahan dbandingkan. Karena dia begitu hebat..sehebat dirimu. Dan aku terlalu lelah mengatur langkah.. Jika memang fajar kan datang,kau tak perlu mencariku. Karna aku tetap disini. Di tempat terakhir kita melepas dan beranjak pergi. Sesuai janjiku pada malam ketika ku titipkan manik2 doa di tanganmu.

No Comments Yet.

Leave a Comment