Aku Bukan Untukmu, Puas!

Aku tidak pernah memintamu untuk jatuh cinta padaku. Jadi kalau sekarang kau merasa menderita dan patah hati karena aku,itu bukan salahku. Salahkan saja dirimu yang terlalu lemah dan percaya kata-kata manisku.

Lampu LED-ku menyala merah. Tanda ada pesan masuk. Ah dari kamu lagi, masih belum menyerah. Tak pernahkah kau mendengar kata ikhlas dan pasrah?

Aku tak beranjak dari tempatku duduk. Masih terpekur di depan layar PC. Sebuah pop up window muncul. Sial..aku pasti lupa membuat akunku invisible. Kau lagi memohon untuk aku memikirkan keputusanku. Tak mengertikah kau, diam juga berarti penolakan?

Dulu aku memang membutuhkanmu. Aku kesepian dan begitu rapuh. Tapi bukan berarti aku akan terus jalani hidupku denganmu. Aku hanya butuh suara-sutara untuk tenangkanku saat aku tidur. Aku hanya butuh teman untuk berbagi cerita. Tapi tidak lebih dari itu.

Sekarang aku mulai menemukan irama hidupku lagi. Kembali ke rutinitasku. Tapi kau mulai kehilanganku. Dan berfikir ini semua salahmu. Bukan kamu, cantik.

Kasihan juga aku melihatmu menderita begini. Sedih dan patah hati. Tapi biarlah,bukannya wanita tumbuh dari rasa itu?

Tertanda
Aku yang bukan untukmu.

No Comments Yet.

Leave a Comment