3 Juni 2012

I would like to have a man who will ride two hours on the road just to see me when I’m ill rather than spending hours to find a bolt for his car.

Tweet? Discard?Discard.

Aku mematikan laptop-ku. Membatalkan niatku untuk online di lini masa dan malah membuka folder fotonya. Foto-foto dia bersama mobilnya, sedang bermain gitar, mobilnya, dan masih banyak lagi foto mobilnya. Bahkan foto-foto terbarunya hanya melulu tentang mobilnya. Foto kami yang terakhir diambil sekitar beberapa bulan yang lalu. Hufft.. once again I’ve been defeated by his car. Masih inget kata-kata dia tadi malam, “kalo kamu nyuruh aku ke sana besok, itu namanya nyiksa.”

Jarak kita menjadi makin renggang ketika rasamu mulai pudar. Tidak lagi ada rindu yang cukup menggebu hingga dapat mengalahkan rintangan sebesar apapun. Rasanya dulu ketika kita terpisah ribuan kilo, selalu saja kita menemukan waktu untuk menelpon atau sekedar bertukar sms tanpa diakhiri dengan pertengkaran. Tapi itu dulu. Ketika cinta kita masih baru, ketika masih banyak buncah-buncah rindu yang bisa kita bagi. Namun sekarang lain lagi.

Benarkah rasamu sudah mulai pudar? Atau hanya aku yang makin menarik diri darimu karena tanpa sadar aku membentengi diriku agar tidak perlu menelan kekecewaan karena berharap terlalu banyak darimu?

Entah dimana dirimu yang dulu, yang menyambutku pertama kali dengan senyuman. Menarikku dalam pelukan setelah jeda panjang kita tidak bertemu. Entah dimana dirimu yang lebih senang mengahabiskan waktu berdua saja denganku, menikmati es krim blueberry kesukaanmu dan bercerita tentang apa saja. Lalu kamu yang merangkulku di depan teman-temanmu, menggodaku hingga pipiku bersemu merah. Aku rindu kamu yang seperti itu.

Sekarang ada saja yang membuatmu marah, entah karena aku terlambat membukakan pintu gerbang rumah, entah karena aku yang tidak bertindak sesuai dengan yang kamu inginkan, atau entah apa lagi. Kita mengakhiri setiap percakapan telepon – yang sekarang hanya terjadi sekitar sebulan sekali – dengan sebuah pertengkaran rutin.

Aku lelah harus berebut perhatian dengan mobilmu. Aku tahu mobil itu sudah lebih lama bersamamu dibandingkan dirimu, hanya saja aku punya hati. Haruskah aku banyak menuntut agar aku mendapatkan perhatianmu? I just want you to show me that you love me! Tunjukan kamu sayang sama aku dengan cara yang aku inginkan, yang aku mengerti, bukan hanya dengan caramu. Setidaknya aku butuh alasan untuk mempertahankan ini semua, bukan?

No Comments Yet.

Leave a Comment