Puanku Dan Jejak Gincu Di Bibir Kaleng

image

Perempuan itu masih memegangi kaleng kopinya. Memandangi rintik hujan yang mengamuk siang ini. Masih terlihat jejak gincu merah muda di bibir kaleng. Ah, buatku iri saja, kau kaleng.

Musim hujan selalu menjadi musim yang dia tunggu. Meski sering kali dia meringkuk kedinginan tak kuat akan serbuan cuaca yang menggodanya dari sela-sela jendela dan pintu. “Hujan mengingatkanku akan kamu.” Katanya.

Tapi dia tidak pernah menceritakan alasannya, apa kemiripanku dengan hujan. Yang aku tahu hujan hanya membuat rencana yang ku susun bersamanya gagal berantakan.

Harusnya hari ini kami berkencan. Menyusuri kota sambil menautkan jari jemari kami. Melihat-lihat lampu kota yang mulai bermunculan saat senja tiba.

“Aku tidak kecewa. Mari sini duduk sebentar denganku sambil menikmati suara hujan.” Hiburnya melihat wajahku yang tak bisa menyembunyikan kekecewaan. Ah Puan, bisakah sekali saja kau marah dan tidak menerima keadaan. Perempuanku selalu begitu, yang penting aku bersama kamu, katanya.

Picisan memang tapi dia bukan tipe perempuan tokoh novel yang senang berkata manis. Malah pernah sekali, atau berkali-kali aku marah karena kata rayuanku hanya digubris seadanya.

“Aku mencintaimu dengan caraku, tidak perlu kata-kata manis untuk membuktikan perasaanku, bukan?” Elaknya jika aku sudah mulai tidak sabar dengan tingkahnya yang terlalu tak acuh.

“Tapi lelaki butuh pengakuan. Afirmasi.”

Iya aku butuh tahu jika aku juga diperjuangkan dan kami berjalan ke arah yang sama. Tidakkah dia takut ada seseorang yang bisa memberikan perhatian lebih dan merebut hatiku?

“Lelaki memang begitu. Selalu tak tahan godaan.” Lalu dia tergelak. “Aku tidak takut. Karena meski aku tidak percaya seratus persen padamu, aku percaya pada perasaanmu.

Di sini,” dia menunjuk dadaku, “dan di sini,” dia menunjuk pelipisku, “hanya ada aku. Jadi jangan kamu permasalahkan masalah itu. Sebaiknya kamu menikmati hujan saja.”

Ah, Puan. Seandainya kamu tahu ada orang lain yang mencoba untuk merebutku darimu.

(3) Comments

  • echo_threesixty
    22 Nov 2014

    so sweet.but believe me,no one could love u like i do.
    no one could take care of your heart like i did…

    • onne
      02 Dec 2014

      women are human being and so is men. they are not things that you can posses. they have the rights to speak up their mind. yes women needs love, care and attention. and men too need affirmation once in a while.. men too need attention. simply saying, relationship is balanced interaction between women and men. equal.

      if you think you own someone then you own your loneliness.

      Nice writing here… please write more often.

  • echo_threesixty
    14 Feb 2015

    udah lama ga baca tulisan kamu lagi istriku tersayang

Leave a Comment