good-morning-sunshine1

Seharusnya aku belajar menyerah seperti matahari. Dia yang tahu kapan harus muncul, kapan harus bersinar terik, dan yang paling penting, tahu kapan harus menyerah pada langit malam. Begitu seharusnya aku.

Aku bisa saja berhenti menunggu saatnya kami bersama dan melanjutkan langkahku. Tapi aku malah menunggu di sini. Seperti dahulu aku menunggu di halte bus untuk berada di bus yang sama. Untuk melihat senyumnya di pagi hari dan sebuah sapaan, “Selamat pagi.”

Tapi aku masih belum melangkah kemana-mana. Tetap diam, dan menunggunya. Seperti seorang pecinta langit fajar. Berharap matahari akan terbit tepat waktu seperti kemarin.

Harusnya aku belajar menyerah seperti matahari. Tapi aku malah memilih untuk terus bertahan. Padahal langit malam sudah menjemputku untuk beranjak pergi. Dirinya yang menjadi alasan. Hanya dirinya.

“Kamu percaya padaku?” tanyanya suatu waktu.

Tidak aku tidak mempercayaimu. Saat ini aku tidak percaya kau akan kembali padaku di saat senja seperti matahari. Karena itu aku masih bertahan dan tidak menyerah mempertahankanmu. Karena aku tidak mempercayaimu.

 

picture was taken from here

Share:
Written by firah39
Beri aku hujan, maka akan aku ceritakan. Beri aku bulan, maka akan aku nyanyikan. Beri aku dirimu, maka akan aku berikan jiwaku.